Pada acara tersebut, Ian Kennedy, salah seorang kepala Innovation Service Nokia mengatakan kalau anaknya mencari segala informasi melalui YouTube. Kapan pun, butuh informasi, anaknya tinggal mengetik kata kunci pada YouTube dan tinggal menonton videonya, anaknya tidak pernah menggunakan Google, tidak pernah mengunjungi situs lain dan pengetahuannya tentang dunia web hanya terbatas pada YouTube.
Memang, mirip dengan search engine lain, YouTube juga tidak sempurna. Secara umum, topik-topik tidak lazim seperti "astrophysic" tidak ditemukan dengan mudah. Ada beberapa hal lain yang walaupun umum, juga tidak ditemukan dengan mudah misalnya: "George Washington" dan "Chicken Noodle Soup". Tapi, ada hal-hal spesifik lain yang muncul dengan mudah seperti serial anime "Bakugan", "Donkey (dari Shrek)" dan "Lance Wataru (karakter Pokemon)".
Tetapi, keadaan sekarang tetap saja berubah sedikit demi sedikit. Video kamera dan broadband sudah berharga lebih terjangkau sehingga banyak informasi yang apabila memungkinkan akan dikonversikan ke dalam bentuk video. Hasilnya adalah YouTube yang menjadi search engine kedua terbesar dunia hari ini.

Anak-anak tidak lagi mempelajari dunia melalui bacaan teks. Seperti generasi televisi, mereka menyerap dunia melaui indra visual. Tetapi, ada satu perbedaan besar di antara keduanya. Televisi bersifat lebih terprogram dan tidak fleksibel sedangkan, YouTube menyajikan konten sesuai permintaan. Anak-anak bisa mencari apapun yang mereka butuh dan kapanpun. Ini adalah perbedaan yang sangat mencolok.
Memang model YouTube saat ini masih bisa dibilang mentah dan menjurus ke arah hiburan. Tetapi, coba bayangkan video online 5 tahun ke depan, diberikan kepada anak-anak di mana hiburan, permainan, pendidikan, wisata digabung dan disampaikan melalui saluran yang bisa diakses dengan mudah. Hal ini yang akan membawa perubaha besar bagi internet dan dunia.
No comments:
Post a Comment