Tuesday, November 25, 2008

Lukisan Andy Warhol Laku US$ 71,7 Juta


Kedahsyatan harga lukisan memang terkenal sejak dahulu. Kali ini sebuah lukisan karya artis pop Andy Warhol, terjual dengan harga mencapai 71,7 juta dolar atau sekitar Rp 640 miliar, di balai Lelang Cristie, New York.

Jumlah nilai yang diraihnya dengan mudah menumbangkan rekor harga karya Warhol sebelumnya. Dirinya selama ini dikenal sebagai artis pop Amerika yang menjadi tokoh sentral dalam gerakan yang dikenal seni pop.

Lukisan yang hampir memecahkan rekor itu merupakan lukisan pada tahun 1963, Green Car Crash (Green Burning Car I), gagal menciptakan rekor sebagai karya pasca perang termahal yang pernah terjual dalam pelelangan, Kejadian itu diakibatkan menyusulnya ketika sebuah lukisan karya Mark Rothko terjual dengan harga mencapai 72,8 juta dolar.

Lukisan Warhol itu, berupa lukisan sebuah mobil terbakar dalam keadaan terbalik, berasal dari seri Death and Disater. Sebelumnya lukisan ini diperkirakan hanya akan laku antara 25 sampai 35 juta dolar saja.

Lukisan yang telah berada dalam koleksi selama 30 tyahun terakhir menumbangkan rekor karya Warhol yang tercipta tahun lalu di New York. Ketika itu lukisan yang bertema Mao dibeli seorang miliader Hongkong dengan harga 17,4 juta dolar.

Origami

Origami adalah sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan.

Origami merupakan satu kesenian melipat kertas yang dipercayai bermula sejak kertas diperkenalkan pada abad pertama di zaman Tiongkok kuno pada tahun 105 Masehi oleh Ts'ai Lun.

Pembuatan kertas dari potongan kecil tumbuhan dan kain berkualitas rendah meningkatkan produksi kertas. Contoh-contoh awal origami yang berasal dari Tiongkok adalah tongkang (jung) dan kotak.

Pada abad ke-6, cara pembuatan kertas kemudian dibawa ke Spanyol oleh orang-orang Arab. Pada tahun 610 di masa pemerintahan kaisar wanita Suiko (zaman Asuka), seorang biksu Buddha bernama Donchō (Dokyo) yang berasal dari Goguryeo (semenanjung Korea) datang ke Jepang memperkenalkan cara pembuatan kertas dan tinta.

Origami pun menjadi populer di kalangan orang Jepang sampai sekarang terutama dengan kertas lokal Jepang yang disebut Washi.


Wall-e rupanya mengilhami para desainer laptop untuk membuat desain laptop mereka. Laptop pembelajaran buatan VTech ini fitur flip-down QWERTY keyboard yang dilengkapi dengan 5 mode pembelajaran antara lain letters, words, math, logic dan games. Laptop pembelajaran berbentuk walle ini akan mengedipkan mata jika jawaban yang diberikan benar. Sangat bagus untuk memotivasi anak anda belajar lebih giat. Si laptop wall-e ini juga dilengkapi dengan sound efek suara wall-e. Dijual dengan harga $29.99, laptop edukasi ini cukup murah untuk mengajak anak anda belajar menghitung, membaca dan bermain logika.

Akankah YouTube Menjadi The Next Google ?

Pada konferensi Web 2.0 baru-baru ini, Gubernur San Francisco, Gavin Newson mengatakan kalau salah satu alasan mengapa dunia tidak lagi sama seperti sebelumnya adalah YouTube. Menurutnya, entah baik atau buruk, kita akan selalu terekam dalam video. Semua pembicaraan, baik penting ataupun tidak akan direkam dan tayangan videonya tersedia pada YouTube. Dengan adanya YouTube, kita sekarang telah memasuki abad transparansi. Hampir tidak ada hal yang bisa disembunyikan dari masyarakat luas.

"Anything that can be a video will be a video"

Pada acara tersebut, Ian Kennedy, salah seorang kepala Innovation Service Nokia mengatakan kalau anaknya mencari segala informasi melalui YouTube. Kapan pun, butuh informasi, anaknya tinggal mengetik kata kunci pada YouTube dan tinggal menonton videonya, anaknya tidak pernah menggunakan Google, tidak pernah mengunjungi situs lain dan pengetahuannya tentang dunia web hanya terbatas pada YouTube.

Memang, mirip dengan search engine lain, YouTube juga tidak sempurna. Secara umum, topik-topik tidak lazim seperti "astrophysic" tidak ditemukan dengan mudah. Ada beberapa hal lain yang walaupun umum, juga tidak ditemukan dengan mudah misalnya: "George Washington" dan "Chicken Noodle Soup". Tapi, ada hal-hal spesifik lain yang muncul dengan mudah seperti serial anime "Bakugan", "Donkey (dari Shrek)" dan "Lance Wataru (karakter Pokemon)".


Apabila video terus berkembang, bisakah video menggantikan dominasi teks di web suatu saat? Tampaknya tidak. Alasan utama mengapa teks mendominasi web sekarang ini adalah karena "Hyperlink" (pautan). Menghubungkan berbagai halaman web melalui pautan adalah hal yang memungkinkan terbentuknya web. Menampilkan pautan dalam video akan lebih sulit. Bukan tidak mungkin, tapi memasukkan teks ke dalam video tidak akan tampak elegan. Selain itu, tidak semua hal akan menjadi lebih efektif apabila disampaikan dengan video. Contohnya sebuah karya tulis atau hasil penelitian akan lebih sulit untuk diikuti jika menggunakan video dari pada teks.

Tetapi, keadaan sekarang tetap saja berubah sedikit demi sedikit. Video kamera dan broadband sudah berharga lebih terjangkau sehingga banyak informasi yang apabila memungkinkan akan dikonversikan ke dalam bentuk video. Hasilnya adalah YouTube yang menjadi search engine kedua terbesar dunia hari ini.


Apabila berbicara tentang bagaimana anak-anak bertumbuh dan belajar tentang dunia tentu saja tidak lepas dari perkembangan teknologi. Pada bagian awal abad 20, orang bertumbuh dengan membaca buku dan koran. Tetapi pada sekitar tahun 1960an - 1990an, generasi muda sudah bertumbuh besar dengan televisi dan film. Perubahan terakhir ketika memasuki abad 21 adalah internet dan setelah 8 tahun memasuki abad baru ini, tampaknya generasi baru mulai tercipta kembali, yaitu generasi "video web".

Anak-anak tidak lagi mempelajari dunia melalui bacaan teks. Seperti generasi televisi, mereka menyerap dunia melaui indra visual. Tetapi, ada satu perbedaan besar di antara keduanya. Televisi bersifat lebih terprogram dan tidak fleksibel sedangkan, YouTube menyajikan konten sesuai permintaan. Anak-anak bisa mencari apapun yang mereka butuh dan kapanpun. Ini adalah perbedaan yang sangat mencolok.

Memang model YouTube saat ini masih bisa dibilang mentah dan menjurus ke arah hiburan. Tetapi, coba bayangkan video online 5 tahun ke depan, diberikan kepada anak-anak di mana hiburan, permainan, pendidikan, wisata digabung dan disampaikan melalui saluran yang bisa diakses dengan mudah. Hal ini yang akan membawa perubaha besar bagi internet dan dunia.